Wednesday, June 27, 2007

ketika rasa kangen tiba

Sudah 3 kali minggu berlalu..
Sudah 3 kali minggu juga email mu hadir dan bilang "aku kangen..."
hehehe..
Yap.. sama aku kangen juga..
Hal yang sangat wajar terjadi pada kita..
Ketika kita berada dalam proses perpisahan ini...

Aku bertanya pada hati kecilku..
Kenapa dirimu begitu ... apa hanya untuk mengecek saja bagaimana perasaan ku sekarang...
Atau.. memang sungguh-sungguh begitu...
Memang hanya dirimu yang tahu..

Hmm...

Ingat lah kenapa kita harus berpisah...
Kita sudah sepakat bahwa kita tidak sepakat...
Jadi jalani saja ketidaksepakatan kita ini dengan perlahan...
Jalani saja konsekuensi dari pilihan hidupmu, entah disadari atau tidak disadari..
Suatu saat dirimu akan menemukan sendiri.. apa yang sesungguhnya dirimu inginkan...

Karena untuk saat ini.. aku sudah menemukan kebutuhanku hatiku...
Ketika aku mengenali apa yang sesungguhnya hatiku butuhkan..
Aku mengikuti kata hatiku itu...
Karena sesungguhnya kebutuhan hatiku itu adalah kedamaian...
Kedamaian yang sesungguhnya...

Aku mencari damai hati..
Walau aku harus meninggalkanmu saat ini..
Walau aku harus menjadi sendirian...

Dan dirimu..?
Aku tahu juga bahwa engkaupun mencari kedamaian hati..
Namun, dirimu masih belum ingin mengikuti hatimu untuk mencari kedamaian hatimu yang sesungguhnya...

Begitulah..
Karena itu.. sudah benar...
Bahwa kita sepakat untuk tidak sepakat..

Jadi nikmati saja rasa kangen kita sebagai bagian dari rasa pedih..
Dan juga bagian dari rasa bersyukur..
Karena sesungguhnya ini adalah saat yang tepat bagimu untuk mendengarkan hatimu..
Mendengarkan kebutuhan hatimu yang sesungguhnya..

Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita..
Take care of you...

Tuesday, June 12, 2007

kita harus belajar menerima

Ya.. kita harus belajar menerima perpisahan ini..
Sesuatu yang telah terkatung-katung sejak setahun terakhir ini...
Memang terasa ada yang hilang..
Memang terasa ada yang tak biasa terjadi seperti hari-harinya..
Namun kita perlu belajar untuk menerima ini..

Aku akan perhatikan dirimu dari jauh saja..
Aku pastikan dengan doa bahwa dirimu akan baik-baik saja..
Aku tetap menempatkan mu pada folder yang sudah ada..
Hanya saja sudah aku re-name ya..

Aku juga percaya bahwa dirimu akan selalu mendoakan aku..
Hanya kekuatan doa yang membuat kita sama-sama lebih kuat..

Nikmatilah hari-hari baru kita dengan lebih menyenangkan..
Nikmatilah hari-hari kita dengan suatu harapan baru..
Suatu saat kita juga akan terbiasa dengan kesendirian dan kerinduan ini..

Ya.. memang kita harus belajar menerima ...

Aku harus meninggalkan mu

Hatiku bilang bahwa aku harus meninggalkanmu..
Bila aku tak meninggalkanmu, bahaya telah menghadang di depan mata..

Bukan berarti aku tak berani mengahdapi tantangan itu..
Tapi sekali lagi itu bukan hanya tantangan semata..
Itu adalah bahaya yang sesungguhnya..
Bahaya yang akan mengganggu kebahagiaan kita nantinya..
Bahaya yang akan merusak semua bagian dalam jiwa ku dan jiwamu juga

Sesungguhnya ..
Aku ingin bahagia yang asli..
Aku tak ingin bahagia yang semu.. tampaknya bahagia namun sesungguhnya tidak..

Sehingga saat ini aku putuskan..
Aku harus pergi meninggalkan mu...
Karena aku ingin bahagia yang sesungguhnya...

Ketika hati bicara

ketika hati bicara..
dengarkanlah dia karena dia adalah sisi hidupmu yang paling jujur..
ketika hati menangis..
dengarkanlah tangisannya karena dia yang paling peka terhadap apa yang melukaimu..
baik disadari atau tak disadari..
ketika hati memerah karena terbawa bara..
pedulikanlah dia karena dia yang paling sensitif mengenai egomu..
ketika hati bermimpi..
ikutilah mimpinya karena dia yang paling setia dengan mimpimu..

kadang sukar mengikuti kata hati..
karena kadang kita terbawa arus pikiran yang saling bertumpuk-tumpuk..
namun..
cobalah untuk mendengarkan kata hatimu yang paling dalam..
karena dia yang paling setia padamu..